Jumlah Lansia Bertambah, BKKBN Optimalkan Program Kelanjutusiaan di Komunitas


AMBON, BKKBN --- Saat ini penduduk lansia di Indonesia tercatat sebanyak 10,48 persen dari populasi, menunjukkan Indonesia negara yang akan memasuki era penduduk menua.

Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, SE, MT, mengutip data BPS 2022, pada acara wisuda 31 lansia peserta Sekolah Lansia Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, bertempat di Hotel Marina Ambon, Rabu (29/11/2023).

“Dengan jumlah lansia yang semakin banyak, tentu dengan berbagai potensi dan kondisi lansia, diharapkan mereka dapat menjadi potensi penggerak ekonomi, sosial budaya, dll. Penduduk lansia  harus menjadi lansia-lansia yang tangguh, produktif, berguna, berkualitas, mandiri dan bahagia di masa tuanya," ujar Nopian.  

Untuk itu, BKKBN melalui program BKL dan sekolah lansia berupaya bagaimana menciptakan lansia yang sehat, mandiri dan bermartabat, meskipun akan ada lansia yang tidak potensial. "Lansia yang dalam keadaan sehat, aktif dan produktif dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Nopian.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, diakui Nopian, tidak dapat diupayakan secara optimal hanya melalui BKL saja. Diperlukan integrasi dan keterpaduan lintas sektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra kerja. Termasuk di dalamnya lembaga swadaya masyarakat (LSM), perguruan tinggi, sektor swasta, hingga  partisipasi aktif masyarakat.

Program kelanjutusiaan

Ada berbagai program kelanjutusiaan yang dijalankan oleh kementerian/lembaga dan mitra kerja yang berada di dalam komunitas.  Diantaranya BKKBN melalui kelompok kegiatan BKL dan sekolah lansia.  Pada awalnya pengelolaan kegiatan ini bermitra antara Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan BKKBN

Program dan kegiatan BKL dan sekolah lansia memiliki tujuan sama. Yakni, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia menjadi lansia sehat, aktif, mandiri, dan produktif.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program kelanjutusiaan di komunitas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga lansia dan lansia itu sendiri, Nopian Andusti mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang telah melaunching Sekolah Lansia BKL Nusa Indah pada 16 Juni 2023 lalu.  

Pada Rabu (28/11/2023), sekolah lansia ini melaksanakan wisuda standar satu dengan jumlah  31 orang. Mereka terdiri dari tujuh opa (kakek) dan 24 oma (nenek).

“Ini tentu saja menjadi kebanggan bagi kita semua karena Sekolah Lansia BKL Nusa Indah merupakan sekolah lansia pertama dan satu-satunya di Provinsi Maluku," jelas Nopian. 

Nopian menggantung harapan bahwa sekolah lansia tersebut  akan menjadi "best practice" dan "role model" untuk pembentukan dan penyelenggaraan sekolah lansia lainnya di Maluku. 

"Semoga oma dan opa yang telah diwisuda akan menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat)," harap Nopian.

Lansia sehat & produktif

Menandai keseriusan Pemkot Ambon dalam program pemberdayaan lansia,  Penjabat Walikota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si mewisuda secara langsung 31 wisudawan tersebut, seraya berharap akan semakin banyak  lansia sehat dan produktif  di wilayahnya. 

Ia juga mengatakan, para orang tua lanjut usia  merupakan contoh dan teladan bagi  anak-anak, karena mereka sudah melalui proses kehidupan yang panjang. Untuk itu, keberadaan lansia bukan menjadi beban tetapi justru menjadi  teladan bagi anak, cucu dan cece.

Ia mencontohkan, "Lansia yang tergabung dalam BKL Nusa Indah Negeri Hutumuri ini ternyata bisa menampilkan tari-tarian dan paduan suara yang luar biasa, sehingga menjadi sumber inspirasi dan semangat motivasi bagi kita," urainya.

Pemerintah Kota Ambon, kata Wattimena, memberikan apresiasi kepada BKKBN yang telah memprakarsai adanya sekolah lansia ini. Ia berharap ke depan dapat dikembangkan sekolah lansia sejenisnya  Kota Ambon dan  Maluku. "Agar para lansia tetap bersemangat di hari tua," harapnya. 

Tujuan sekolah lansia

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dra. Renta Rego melaporkan, pelaksanaan sekolah lansia di kelompok BKL Nusa Indah Angkatan I ini bertujuan  meningkatkan kualitas kelompok Bina Keluarga Lansia dalam mewujudkan lansia tangguh.

Tujuan lainnya, meningkatkan pemahaman lansia tentang konsep SMART dalam lingkup Lansia Tangguh 7 dimensi (spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional dan lingkungan). Dan juga meningkatkan pengetahuan lansia tentang proses menua sehat dan sakit, kesehatan fisik dan mental serta lingkungan yang mendukung kehidupan lansia.

Adapun tim pengajar pada Sekolah Lansia BKL Nusa Indah terdiri dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon, dokter dan perawat dari Puskesmas Hutumuri, psikolog dan guru pendidikan jasmani. 

Di bawah para pengurus sekolah lansia  yang berasal dari Pemerintah Negeri Hutumuri dan Kader BKL Nusa Indah, proses belajar telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Kurikulum yang digunakan telah disesuaikan dengan kebutuhan para lansia. 

Proses belajar dilakukan di ruang 'indoor' dan 'outdoor', dengan  dua kali pertemuan dalam sebulan di setiap Sabtu yang telah disepakati pengajar, pengurus dan siswa.

Kaper BKKBN Maluku juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi Kepada Pemerintah Kota Ambon melalui Bapak Walikota, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si, Ketua TP PKK Kota Ambon, Ny. Lisa Wattimena, Kepala Dinas PPKB Kota Ambon, Ir. Welly Patty, M.Si dan jajarannya yang dengan sangat mendukung pelaksanaan sekolah lansia pada kelompok Bina Keluarga Lansia di Kota Ambon.

Hadir dalam wisuda tersebut Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ny. Lisa Wattimena; Kepala OPD Pemprov Maluku; Kepala OPD Pemkot Ambon;  rohaniawan, Camat Letisel; Kepala Desa Hutumuri; para wisudawan lansia, serta undangan lainnya. 

Penulis: Krisna Soselisa dan Tim BKKBN Maluku.

Editor: Santjojo Rahardjo

Reupload : KL

Source : BKKBN

Posting Komentar

0 Komentar