Penelantaran Anak Dinilai Salah Satu Penyebab Anak Stunting


Jakarta — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) kembali menyelenggarakan Kelas Orang Tua Hebat Seri 7 bertema "Penelantaran Anak dan Stunting" secara daring melalui zoom dan live YouTube Channel @BKKBN Official, pada Kamis/27/07/2023.

Pada kesempatan ini Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak  BKKBN dr. Irma Ardiana, MAPS menyampaikan dalam laporannya yang bahwasanya kegiatan ini merupakan umpan baliknya evaluasi Kelas Orang Tua Hebat yang telah dilakukan sejak bulan Januari sampai dengan bulan Juni Semester 1 Tahun 2023. 


Kemudian dr. Irma menjelaskan di Kelas Orang Tua Hebat Seri 1 topik kita tentang “Kehamilan Sehat dan Kehamilan Berisiko Stunting”. Kemudian pada Seri 2 mengambil isu tentang “Bagaimana Melakukan Pengasuhan Pada Bayi Prematur dan Bayi Yang Lahir dengan Panjang Bayi Lahir Rendah”. Pada Seri 3 mengambil isu tentang “Praktis Pembiasaan Pemberian Makanan yang Baik dan juga Sehat pada Baduta”. Pada Seri 4 temanya adalah mengkhususkan tentang pemberian “MPASI 6-11 Bulan Bersumber Pangan Lokal”. "Tema ini sangat bagus dan revelan untuk orang tua khususnya untuk ibu yang lepas ASI eksklusif yang kemdian beranjak ke dalam memberikan MPASI", ungkap dr. Irma.

"Kemudian pada Seri 5 dengan tema “PHBS dan Imunisasi”. Yang terakhir untuk Seri 6 mengambil tema “Infeksi Saluran Pernafasan Atas dan Bahaya Rokok Bagi Balita”. Waktu itu melibakan Ketua Tim Penggerak PKK dari Kabupaten Kendal", imbuh dr. Irma.

Sementara itu pada kesempatan yang sama hadir juga dr. Mira Irmawati,Sp.A (K) (Dokter Spesialis Anak IDAI) sebagai narasumber. dr Mira mengungkapkan, "Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Jadi ingat bahwa kita tidak hanya membicarakan masalah fisiknya saja tetapi kalau kita, misalnya tidak mendengarkan dia, kita memaksakan kehendak kita terhadap anak-anak kita. Kita membentak mereka ini termasuk kedalam hal-hal yang dibahas di dalam undang-undang perlindungan anak.", ungkapnya.


"Demikian juga pembiaran anak dalam situasi gizi buruk, kurang gizi (malnutrisi), tidak mendapatkan perawatan maksimal sera, memaksa anak pada berbagai jenis pekerjaan yang membahayakan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti pengemis, pengamen, anak jalanan, buruh pabrik, pembantu rumah tangga, dan pemulung", tambah dr. Mira.

Kemudian dr. Mira juga menambahkan, "Faktor penyebab penelantaran anak banyak seperti faktor bercerai atau orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Tidak selalu demikian tetapi ini merupakan faktor-faktor yang secara statistik atau secara penelitian menjadi penyebab yang terbanyak dari penelantaran anak. Kemudian, faktor pendidikan kurangnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan, kemiskinan dan kemudian faktor kesehatan misalnya, keluarga kecanduan obat atau kecanduan alkohol, orang tua dengan masalah psikis atau gangguan kejiwaan atau kehamilan yang tidak diinginkan. Merupakan faktor-faktor utama penyebab penelantaran anak". n /TWD

Source : BKKBN

Posting Komentar

0 Komentar